Gabung Klub Liga Polandia, Egy Maulana Ikuti Jejak 5 Pemain Asli Indonesia Yang Bermain Di Eropa

Category: Uncategorized No comments

Egy Maulana Ikuti Jejak 5 Pemain Asli Indonesia Yang Bermain Di Eropa

Jakarta – Akhirnya teka-teki kemana Egy Maulana Vikri berlabuh terjawab sudah. Wonderkid Indonesia dikabarkan bergabung dengan Lechia Gdansk. Kesebelasan tersebut merupakan peserta kompetisi sepak bola teratas Liga Polandia. Gdansk sendiri saat ini berada di posisi ke 12. Ia sendiri nantinya akan satu tim dengan mantan pemain Juventus, Milos Krasic.

Sang pemain sendiri sudah bertolak ke luar negeri Jumat (9/3) pagi. ada, Sabtu waktu Polandia, dijadwalkan Gdansk akan meresmikan Egy. Egy memilih kesebelasan Gdansk lantaran mendapatkan jaminan bermain di tim utama.

Tentunya pencapaian bintang timnas U-19 ini sudah pencapaian yang luar biasa mengingat umurnya masih 18 tahun namun ia dipastikan masuk ke skuat utama bukan skuat reserve atau akademi. Pencapaian ini pula juga mengikuti empat legenda asli Indonesia yang juga sempat mencicipi karir di benua eropa. Siapa saja berikut ulasan tim sepakbola.com

1. Kurniawan Dwi Yulianto

Program Primavera antara tahun 1993-1996 membawa keuntungan sendiri bagi sejumlah pemain yang ikut program ini. Beberapa di antara mereka dipinang klub Eropa. Tengok saja Kurniawan Dwi Yulianto. Ia menarik perhatian klub Liga Swiss, FC Luzern pada 1994-1995. “Si Kurus” sendiri sempat bermain 10 laga dengan menorehkan satu gol.

Prestasi tersebut tidak menyurutkan klub Italia, Sampdoria untuk menggunakan jasanya sebagai pemain pinjaman musim 1996-1997. Sayang, ia kurang bersinar Sehingga klub tersebut tak mengontraknya secara permanen. Pada 1996 Kurus memutuskan pulang kampung dan bermain untuk Pelita Jaya.

2. Kurnia Sandy

Sama dengan Kurniawan, Kurnia Sandy sendiri merupakan jebolan PSSI Primavera. Ia juga sempat mencuri perhatian klub tempatnya saat menimba ilmu, yakni Sampdoria.

Kehebatannya akhirnya membuat klub berjuluk Il Samp ini mengontraknya pada musim 1996/97 di bawah asuhan Sven-Goran Eriksson. Sayang kala itu mantan kiper timnas Indonesia ini hanya menjadi kiper keempat dan tak pernah bermain di kompetisi resmi untuk Sampdoria.

Hanya bertahan satu musim, mantan kiper timnas itu akhirnya kembali ke Indonesia untuk bermain di Pelita Jaya.

3. Bima Sakti

Bima juga segelintir pesepakbola Indonesia yang juga bermain di Eropa. Meskipun lulusan PSSI Primavera yang bermain di Italia, namun Bima Sakti direkrut klub di luar negeri Pizza tersebut.

Klub Swedia, Helsinborg IF, yang mampu mencium bakat gelandang energik ini pada musim 1995/96. Namun sayangnya karier Bima Sakti di negeri Zlatan Ibrahimovic itu tak berlangsung lama. Ia hanya bertahan satu musim sebelum akhirnya memperkuat Pelita Jaya.

4. Alfin Tuasalamony

Alfin sejatinya mirip dengan Egy, ia digadang-gadang akan jadi bintang masa depan Indonesia. Hal ini dikarenakan usianya belum genap 20 tahun, Alfin Tuasalamony telah bermain secara kompetitif di Eropa.

Bersama klub CS Vise yang kala itu dimiliki oleh salah satu pengusaha asal Indonesia, Alfin menjadi bek kanan andalan klub tersebut di divisi 2 Liga Belgia.

Total, pemain asal Maluku itu mencatatkan 20 penampilan dan satu gol di musim perdananya itu. Pada musim berikutnya atau musim 2012/13, Alfin berhasil mencatatkan 29 penampilan namun tak mampu kembali mencetak gol. Bahkan ia sendiri sempat diincar oleh klub Benfica, namun pemberitaan luntur lantara Alfin lebih memilih bermain di Indonesia.

5. Bambang Pamungkas

Legenda hidup Persija sendiri ini juga pernah mencicipi kompetisi eropa. Ia sendiri merupakan jebola Bareti dimana ia paling menonjol. Alhasil Divisi 3 Liga Belanda, EHC Norad mau mengontraknya. Tapi sayang, masalah adaptasi cuaca membuat Bepe diputus kontrak beberapa bulan setelahnya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>